Posted by: Andi Arsana | March 11, 2009

New Maritime Boundaries: Paving a new road for Indonesia and Singapore

Indonesia and Singapore signed an agreement on 10 March 2009.

Batas Maritim antara Indonesia dan Singapura

Batas Maritim antara Indonesia dan Singapura

Tanggal 10 Maret 2009 adalah hari bersejarah bagi Indonesia dan Singapura. Mentri Luar Negeri kedua negara menandatangani perjanjian batas maritim di Jakarta setelah kurang lebih lima tahun melakukan negosiasi intensif. Kesepakatan ini adalah pencapaian penting bagi kedua negara sejak disepakatinya perjanjian batas maritim pertama tanggal 25 Maret 1973.

Perjanjian baru ini mendelimitasi garis batas laut teritorial antara Indonesia dan Singapura di Selat Singapura bagian barat, yang merupakan kelanjutan perjanjian tahun 1973. Perjanjian 1973 menetapkan garis di antara Singapura dan Pulau Batam dengan enam titik batas. Ujung barat garis ini adalah titik 1 sedangkan ujung timurnya adalah titik 6. Indonesia dan Singapura berhasil membuat segmen garis batas baru yang dimulai dari titik 1 ke arah barat dengan tambahan 3 titik batas baru.

Keberhasilan Indonesia dan Singapura dalam menyelesaikan kasus batas maritim melalui perundingan damai merupakan indikasi positif hubungan baik. Penyelesaian kasus melalui negosiasi, dalam banyak hal, lebih baik daripada peradilan internasional. Jika diajukan ke Mahkamah Internasional (MI), misalnya, para pihak tidak akan memegang kendali penuh atas kasus dan tergantung pada interpretasi MI untuk memberikan keputusan yang hasilnya kadang tidak terduga. Selain itu, kasus yang dibawa ke MI biasanya juga memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Kasus penyelesaian Sipadan dan Ligitan misalnya memakan biaya sekitar Rp. 16 Milyar. Sementara itu dalam negosiasi, para pihak memiliki peran besar dalam mengendalikan kasus, termasuk dalam mengusahakan kecepatan penyelesaian kasus.

Bagi Indonesia, perjanjian batas maritim dengan Singapura ini adalah yang kedua pada abad ke-21 setelah perjanjian dengan Vietnam tahun 2003. Hal ini menambah deretan prestasi penetapan batas maritim dengan negara tetangga. Hingga saat ini, Indonesia telah menetapkan batas maritim dengan tujuh negara: India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Papua Nugini, dan Australia, baik sebagian maupun keseluruhan. Sementara itu, Indonesia belum menetapkan batas maritim dengan Filipina, Palau dan Timor Leste. Meski demikian, perundingan atau persiapan perundingan sudah dilakukan dengan ketiga negara.

Terkait dengan perjanjian terkini dengan Singapura, ada dua indikator teknis positif yang dicapai. Pertama adalah keberhasilan Indonesia untuk menggunakan titik pangkal di Pulau Nipah yang konon hampir tenggelam karena penambangan pasir. Kedua adalah ditetapkannya batas maritim ini dengan datum geodesi yang jelas yaitu World Geodetic System 1984 sehingga sesuai dengan teknologi Global Positioning System (GPS). Hal ini merupakan kemajuan karena perjanjian tahun 1973 tidak menyatakan datum geodesi yang spesifik. Tiadanya datum geodesi membuat koordinat titik-titik batas tidak bermakna secara spasial. Akibatnya, titik tersebut tidak bisa dinyatakan di lapangan. Konsekuensi legalnya adalah adanya kesulitan dalam melakukan penegakan hukum, misalnya terkait pelanggaran batas maritim.
Setelah penetapan batas di segmen barat, langkah selanjutnya adalah delimitasi batas maritim di segmen timur, dimulai dari titik 6 yang ditetapkan tahun 1973. Delimitasi batas maritim ini akan melibatkan tidak saja Indonesia dan Singapura tetapi juga Malaysia. Mengingat ketiganya telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS) maka dasar hukum utama yang akan digunakan adalah UNCLOS. Ada dua hal yang nampaknya perlu diperhatikan. Pertama penggunaan garis pangkal sebagai acuan untuk mengukur yurisdiksi maritim, kedua status kedaulatan tiga pulau/karang yang ada di Selat Singapura dan perannya dalam delimitasi batas maritim.

Indonesia, idealnya akan tetap menggunakan garis pangkal lurus kepulauan. Sementara Singapura, seperti diakui pihak berwenang, sepertinya akan menggunakan garis pangkal sebelum reklamasi. Malaysia sendiri, karena bukan negara kepulauan dan belum pernah mengumumkan secara resmi garis pangkalnya, kemungkinan akan menggunakan garis pangkal normal. Garis pangkal normal adalah garis pantai ketika air laut surut. Meski demikian, kemungkinan penggunaan garis pangkal lain selalu ada.

Terkait kedaulatan atas tiga pulau/karang di Selat Singapura, MI telah memutuskan bahwa Pedra Branca/Batu Puteh kini menjadi milik Singapura, Midle Rock menjadi milik Malaysia dan South Ledge akan ditentukan kemudian. Sebelumnya ketiga pulau/karang ini disengketakan Malaysia dan Singapura sehingga menghambat delimitasi batas meritim di Selat Singapura. Opsi delimitasi di Selat Singapura akan dipengaruhi oleh peran atau bobot yang diberikan pada masing-masing pulau/karang tersebut. Negosiasi ini mungkin aka memakan waktu yang tidak sebentar.

Adanya batas maritim yang tegas di Selat Singapura akan menjadi babak baru hubungan Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pengelolaan Selat Singapura yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia, idealnya, akan menjadi lebih baik dengan adanya batas maritim yang definitif. Pada akhirnya, diharapkan akan tercipta hubungan yang baik antarnegara yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat ketiga negara, terutama masyarakat pesisir.


Responses

  1. Dear Pak Andi, looks like you are extremely quick with news on boundary treaties. I am wondering whether you know the number of turning points (looks like two in your map) and their coordinates as well as that of the new end point. Thank you.
    ===
    The Treaty has not been officially released. I think it will be available for public after ratification.

  2. ada yg tau gak apa itu DATA GEODESI KONTINENTAL ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: