
Siti Nurhalisa
Sebagai negara kepulauan dengan kawasan laut yang sangat luas, masih banyak orang Indonesia yang memiliki pengetahuan tak memadai tentang persoalan kemaritiman. Kasus-kasus terkait klaim maritim atau batas maritim sangat mudah menyulut emosi masyarakat yang berdampak buruk. Kasus Ambalat yang terjadi beberapa waktu lalu, misalnya, adalah sebuah indikasi hal itu. Isu hilangnya atau diklaimnya pulau oleh orang atau negara lain juga sangat mudah menjadi berita nasional yang provokatif.
Meskipun dalam hal tertentu saya setuju dengan seorang kawan bahwa provokasi semacam ini dapat meningkatkan nasionalisme rakyat Indonesia, saya tetap yakin bahwa harus ada pihak yang tetap jernih memberi pencerahan dan mengatakan kebenaran. Masih banyak orang yang harus tahu duduk perkara sesuatu peristiwa sebelum memutuskan untuk mengganyang atau mengangkat senjata, apalagi yang dimiliki hanya bambu runcing.
Beberapa waktu lalu saya sempat memaparkan persoalan kemaritimen, terutama terkait kasus Ambalat, di sebuah forum di Paris yang dihadiri oleh banyak orang dari berbagai disiplin ilmu berbeda. Menyampaikan persoalan kemaritiman yang tidak sederhana kepada orang yang tidak berlatar belakang relevan adalah tantangan tersendiri. Saya memutuskan untuk menyampaikan kasus Ambalat dengan berbagai animasi yang dikaitkan dengan isu seksi seperti Siti Nurhalisa yang konon mau diselamatkan meskipun Malaysia sendiri hendak diganyang. Cara ini ternyata cukup efektif untuk membuat orang memperhatikan dan akhirnya bersedia memahami.
Read More…